Western Lowland Gorilla

Western Lowland Gorilla adalah subspesies dari Western Gorilla. Gorila dataran rendah ini terancam punah, tapi tidak lebih langka daripada gorila gunung. Mereka tinggal di hutan hujan, dan sulit bagi para ilmuwan untuk memperkirakan secara akurat berapa yang terdapat di Kamerun, Republik Afrika Tengah, Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Angola, dan Republik Demokratik Kongo. Saat ini gorila tersebut dapat ditemukan di kebun binatang.
Gorila jantan dewasa rentan terhadap cardiomyopathy, penyakit jantung degeneratif. Babec, Western Lowland Gorilla yang di pelihara di pameran Kebun Binatang Birmingham di Alabama (USA) adalah gorila pertama yang memakai alat pacu jantung.
Tipe: mamalia ; Jenis: Omnivora ; Rata-rata umur di alam bebas: 35 tahun ; Ukuran: Berdiri 1,2 – 1,8 m. ; Berat: 68 – 181 kg ; Status perlindungan: Terancam punah
W. L. Gorilla melakukan perjalanan berkelompok dalam jarak rata-rata 3-18 mil dari habitat mereka. Kelompok ini biasanya tertarik pada daerah tertentu dalam rentang yang tidak jauh dari rumah mereka, tetapi tampaknya mereka juga mengikuti pola musiman tergantung pada ketersediaan buah-buahan matang. Di hutan Afrika Tengah dan barat, mereka makan akar, pucuk, buah, seledri liar, kulit kayu dan pulp.
Gorila ini biasa berjalan 0,3-1,8 mil per hari. Kelompok yang lebih besar menempuh jarak yang lebih besar untuk memperoleh pangan yang cukup. Para Pemburu dan macan tutul juga dapat mempengaruhi pola pergerakan mereka.

Gorila hidup dalam kelompok keluarga yang terdiri dari satu laki-laki yang dominan, dengan perbandingan 6:55 antara pejantan dominan dan betina dewasa, anak-anak dan remaja. Mungkin hanya terdapat sedikit pejantan non-dominan. Gorila berreproduksi perlahan karena betina hanya bisa mulai reproduksi pada usia sembilan atau sepuluh tahun dan biasanya hanya menghasilkan kira-kira satu bayi setiap lima tahun. Gorila betina melahirkan satu bayi dengan kehamilan hampir sembilan bulan. Tidak seperti orang tua mereka yang kuat, bayi yang baru lahir beratnya 2 kg dan hanya mampu berpegang teguh pada bulu ibu mereka. Bayi ini naik di punggung ibu mereka dari usia empat bulan melalui dua atau tiga tahun pertama kehidupan mereka.

W. L. Gorilla merupakan subspesies terkecil dari Gorilla. Pejantannya bisa berdiri penuh dengan ketinggian 1,7 m dan berat hampir 180 kg. Menurut John Aspinall, seekor gorila di masa jayanya bisa memiliki kekuatan fisik sama dengan 7 sampai 8 atlet angkat besi Olimpiade

Pada tahun 1980-an, sebuah sensus yang diambil dari wilayah khatulistiwa Afrika didapatkan populasi gorila mencapai 100.000. Setelah bertahun-tahun akibat adanya perburuan dan deforestasi populasi berkurang sekitar 50.000. Survei yang dilakukan oleh Wildlife Conservation Society pada tahun 2006 dan 2007 menemukan lebih dari 100.000 gorila tinggal di hutan rawa Danau Tele Community Reserve dan di hutan Marantaceae, Republik Kongo. Dan penemuan baru meyatakan populasi W. L. Gorila saat ini sekitar 150,000-200,000. Namun, gorila tetap rentan terhadap penyakit Ebola, penggundulan hutan, dan perburuan liar. Dan di kebun binatang di seluruh dunia tercatat memiliki populasi 550 gorila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s