Category Archives: Pengerat

Kelinci Lucu dan Imut

Kelinci Lucu dan Imut, merupakan salah satu dari koleksi gambar-gambar unik dan keren terbaik khusus buat Anda. Enjoy and Share!

wallpaper kelinci lucu dan imut

Gambar-gambar kelinci yang lucu dan imut-imut untuk wallpaper komputer Anda. Ada 20 gambar. Mulai dari kelinci besar, anak kelinci, kelinci putih, kelinci hitam, coklat dan lain-lain,, silahkan pilih yang anda suka, atau download semua pun boleh,, klik gambarnya untuk melihat gambar dalam ukuran besar.

wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut
wallpaper kelinci lucu dan imut

Jenis Tikus Baru

 
Tikus (dok. Corbis)
Tujuh jenis baru tikus hutan ditemukan di Luzon, Filipina. Penemuan ini menambah jumlah jenis mamalia asli Luzon yang hingga kini telah mencapai 49 jenis.

Observasi terhadap ketujuh jenis baru tikus ini telah dilakukan, baik secara morfologi maupun genetiknya. Hasil penelitian, ketujuh tikus itu termasuk dalam subgenus Megapomys yang masuk dalam genus Apomys.

Tikus-tikus yang ditemukan ini relatif lebih lebar. Beratnya sekitar 65 hingga 110 gram. Panjang ekornya rata-rata, sementara kepala dan badannya lebih pendek dari mamalia serupa.

Dua diantara tikus baru yang ditemukan terdapat di Gunung Tapulo di Pegunungan Zambales, dua lagi terdapat di gunung aktif Filipina, Gunung Banahaw, dua jenis lagi di Pegunungan Mingan di Provinsi Aurora dan lainnya terdapat di Pegunungan Sierra Madre di utara Luzon.

“Ini tikus-tikus mengagumkan yang tinggal di hutan yang berada di ketinggian. Meskipun mereka sering dalam jumlah banyak, mereka selalu menghindari manusia dan jarang membahayakan,” kata pimpinan proyek penelitian dari The Field Museum Chicago, Lawrence Heaney sebagaimana dikutip laman livescience.com.

“Mereka memilih makan cacing tanah dan biji-bijian yang tersebar di hutan,” lanjut dia.

Pemerintah dan peneliti Filipina mengatakan tempat-tempat penemuan tikus itu harus dilindungi dari proses penebaangan liar, perluasan lahan pertanian, dan penambangan liar karena menjadi habitat hidup mereka.

“Meskipun ukurannya kecil, binatang ini merupakan bagian dari keanekaragaman biologi kami yang membentuk dasar ekosistem, yang sehat,” kata direktur eksekutif konservasi Filipina-Internasional, Romeo-Trono. (umi)

• VIVAnews